Ads Top

Penyair Yohanese Eka Chandra Bercerita Tentang Cara Warga Mesir Menghilangkan Stress


Penyair Yohanese Eka Chandra Bercerita Tentang Cara  Warga Mesir Menghilangkan Stress
Penyair Yohanes EkaChandra baru-baru ini bercerita tentang kesan uniknya saat menghabiskan waktu akademiknua di Mesir. Penyair yang menulis sebuah buku kumpulan puisi berjudul Hujan di Tepi Sungai Nil dan Cinta dan Secangkir Kopi untuk Monica ini menceritakan kepada para peserta workshop menulis fiksi kepada para peserta tentang hal-hal unik yang dilakukan oleh warga Mesir untuk menghilangkan stress.
Dalam ceritanya, lelaki yang disapa Jo ini menceritakan sebuah toko buku milik Abdelrahman Saad ini menyediakan ruang berteriak bagi para pengunjung. Selain itu, seorang dokter gigi Mohammad el-Debabby yang juga menjadi pengunjung toko buku tersebut melakukan hal tersebut. Hal unik lainnya juga dilakukan oleh seorang wanita yang diduga frustasi dan stres bernama Ameera, yang memanfaatkan ruang berteriak milik Abdurahman Saad untuk melampiaskan segala kebosanannya menghadapi dunia.
Sambil bertawa kelakar, Yohanes Chandra Eka  pun juga menceritakan kisah-kisah lucunya selama berada di negeri Piramida itu. Dalam salah satu humornya, lelaki yang menjadi idola para kaum hawa tersebut mengaku menghabiskan waktunya selama lima tahun untuk menyelesaikan studinya di Sastra Arab.
Yohanes Chandra Eka juga mengaku ketika perjalanannya ke Mesir tersebut, ia kerap menemui hal-hal lucu lainnya. Seperti sense humor yang berbeda di Indonesia, hingga cita rasa kuliner yang sangat berbeda dengan Indonesia.
Namun, meskipun ia jauh berada di luar negeri, Yohanes Chandra Eka sangat rindu dengan Indonesia yang baginya segala hal di Tanah Air tercukupi.
“Meski jauh di tanah perantauan, saya sangat merindukan kampung halaman di Indonesia,” tambahnya saat menghadiri sebuah workshop penulisan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.