Ads Top

Petung Hari Yohanes Chandra Ekajaya

Petung Hari Yohanes Chandra Ekajaya

Sudah lama sekali saya, Yohanes Chandra Ekajaya tidak berjumpa dengan salah satu master supranatural terkemuka di bumi pertiwi, yaitu Ki Sambarlangit. Beliau baru saja turun gunung setelah bertapa di gunung Lawu. Beliau mengatakan bahwa waktu yang dinantikan akan segera datang. Ia menyuruh saya untuk bersiap-siap melepas sebuah peradaban lama dan menyambut sebuah peradaban baru. Beliau mengatakan bahwa semua perkatannya sudah ada dalam petung atau hitungan.

Petung atau hitungan merupakan salah satu cabang dari sains Jawa kuno. Ki Sambarlangit menerangkan kepada saya, Yohanes Chandra Ekajaya mengenai pengertian dan pemahaman petung. Beliau menjelaskan bahwa petung adalah hitungan kuno Jawa yang menggunakan sistem astronomi, astrologi, dan kosmologi dalam penghitungannya. Makanya, tingkat kevalidan petung hampir mendekati 99 persen, karena sudah mengalami trial dan error yang panjang.

Saat ini yang paling populer di Jawa adalah petung yang menggunakan sistem tujuh hari dan lima hari. Ki Sambarlangit sebenarnya sudah memberitahukan saya, Yohanes Chandra Ekajaya bahwa sistem petung itu sejatinya banyak sekali, karena sangat rinci, bahkan hingga ke tingkat mikro detik. Tetapi karena gempuran kebudayaan dan peradaban dengan pihak asing, maka disembunyikanlah sistem petung yang sangat akurat. Dan hanya disisakan sistem petung tujuh hari dan lima hari yang disebut pasaran.

Petung berdasarkan sistem tujuh hari dan sistem lima hari atau pasaran sering disebut dengan sistem neptu. Ki Sambarlangit menerangkan kepada saya, Yohanes Chandra Ekajaya bahwa hasil petung kombinasi menggunakan neptu tujuh hari dan lima hari disebut dengan weton. Weton adalah hasil penjumlahan nilai angka dari sistem tujuh hari dan lima hari.

Yohanes Chandra Ekajaya diberikan penjelasan bahwa tiap-tiap hari itu memiliki nilai angka. Misalnya saja hari minggu memiliki niai 5, kemudian hari senin 4, lalu hari rabu memiliki nilai 7. Kemudian hari kamus mempunyai nilai 8, hari jumat memiliki nilai 6, dan hari sabtu mempunyai nilai 9. Sistem lima hari atau pasaran pun juga demikian. Ia mempunyai nilai angkanya sendiri. Misalnya kliwon mempunyai nilai 8, kemudian legi 5, lalu pahing 9, pon bernilai 7, dan wage bernilai angka 4.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.