Ads Top

Yohanes Chandra Ready To Wear


Barometer dunia, baik Milan, Paris, maupun New York tidak akan pernah bisa lepas dari pakaian. Jika menilik kembali bagaimana sejarah pakaian atau proses pakaian diciptakan, maka akan terasa bahwa teknologi memang berkembang terlalu cepat. Pada mulanya manusia menggunakan berbagai jenis kulit, baik itu kulit hewan atau pun kulit pohon sebagai bahan pakaian. Keadaan ini terus bertahan hingga beberapa millenium sampai akhirnya manusia menemukan teknologi metalurgi.

Pada saat manusia menguasai teknologi metalurgi, maka banyak pakaian-pakaian yang dibuat dari bahan logam. Tetapi manusia justru kesusahan karena pakaian yang berbahan dasar logam sangatlah berat. Berawal dari kondisi itulah manusia kemudian mencari bahan yang pas untuk membuat pakaian. Maka mulailah manusia memintal benang dari berbagai bahan, seperti bulu domba, kepompong ulat sutera, dan berbagai bahan yang lain. Kemudian setelah benang-benang itu dipintal, maka manusia mulai menenun pintalan-pintalan tersebut.

Menurut penuturan salah pengusaha pakaian yang sangat sukses di Indonesia, yaitu pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya, nenek moyang orang Nuswantara sudah mengenal pakaian sejak zaman purbaraya. Meskipun menurut beberapa penelitian orang Barat, nenek moyang Indonesia masih menggunakan bahan pakaian dari kulit pohon yang diperhalus.

Yohanes Chandra Eka adalah pengusaha pakaian siap pakai yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Pakaian siap pakai atau pakaian ready to wear merupakan salah satu jenis pakaian yang paling banyak dijual, baik di mall-mall atau pun di pertokoan-pertokoan. Ia menuturkan bahwa pakaian siap pakai beberapa tahun terakhir justru semakin berjamuran karena adanya permintaan yang tinggi dari para konsumen.


Bila pada zaman dahulu pakaian siap pakai selalu dianggap jenis pakaian yang murahan, maka sangat berbeda dengan kondisi di zaman ini. Yohanes Chandra Eka mengatakan bahwa pakaian siap pakai atau ready to wear merupakan jawaban dari mahalnya para baju atau pakaian rancangan desainer terkenal. Sehingga masyarakat biasa tidak akan mungkin bisa menjangkaunya. Itulah sebabnya pakaian siap pakai atau ready to wear diproduksi dalam jumlah banyak.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.