Ads Top

Analisis Yohanes Chandra Ekajaya Terkait E-Commerce


Sebagai seorang pengamat dan analis ekonomi, Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa kondisi e-commerce masih sangat lemah. Ia menjelaskan bahwa traksaksi online (e-commerce) di Indonesia masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Tiongkok. Tetapi kondisi yang lemah ini bisa menjadi hal yang positif bagi bumi pertiwi.

Yohanes Chandra Ekajaya


Hal positif yang dimaksud oleh Yohanes Chandra Ekajaya adalah adanya peluang besar bagi para pelaku usaha pemula atau start up. Menurut analis bisnis dan ekonomi ini, nilai payment online di Indonesia sudah mencapai nilai 27 persen dimana penjualan online sudah menyentuh angka 2 persen. Untuk ukuran dunia, nilai rata-rata penjualan online sudah mencapai angka 8 persen. Sedangkan untuk negara Tiongkok sudah maju sangat pesat, menembus angka 40 persen hingga 50 persen.

Yohanes Chandra Ekajaya sangat optimis dengan rakyat Indonesia. Ia mengatakan bahwa ia sangat yakin jika perkembangan e-commerce atau penjualan online di Indonesia akan meningkat dengan pesat. Hal itu ia lihat dari kecenderungan masyarakat selama lima tahun terakhir ini yang sangat antusias berbelanja melalui toko-toko online.

Berdasar data yang diperoleh dari pemerintah, YohanesChandra Ekajaya menjelaskan bahwa sikap otimisnya mempunyai kerangka dan latar belakang yang kuat serta beralasan. Data dari pemerintah menyebutkan bahwa per tahunnya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia mencapai 7 triliun rupiah. Angka tersebut sebanding dengan nilai separuh produk domestik bruto negara.

Kelas menengah dan gaya hidupnya merupakan potensi dan peluang yang besar bagi para pengusaha serta wirausahawan. Yohanes ChandraEkajaya mengatakan bahwa konsumen utama dari produk, tempat, dan jasa yang menyasar kaum urban adalah kelas menengah. Pengunjung utama kafe-kafe di Indonesia pun adalah kelas menengah atau kaum urban.

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa tugas pemerintah selaku pengelola negara adalah memberikan ruang hidup yang layak dan memadai bagi rakyatnya supaya dapat berkecimpung dalam bisnis e-commerce. Selain itu tugas pemerintah adalah mengawal pertumbuhan e-commerce. Kebijakan yang ramah dan bersahabat sangat mempengaruhi iklim dan atmosfer pertumbuhan bisnis e-commerce.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.