Ads Top

Ranto Ari Pratama Gairahkan Bisnis Kuliner Tahu Tek



Ranto Ari Pratama adalah seorang mahasiswa akuntansi yang sedang berkuliah di Universitas Hasanuddin Makassar. Meski seorang mahasiswa, tapi siapa sangka jika Ranto merupakan seorang pengusaha yang memiliki omzet ratusan juta rupiah setiap bulannya? Ya, berkat bisnis ku-liner tahu tek, Ranto telah menjadi salah satu pemuda yang dikagumi di kampung halamannya, Makassar. Seperti dikutip dari situs warta wira usaha, Rabu (5/4), seperti kisah perjuangan pengusaha-pengusaha lainnya, Ranto pun sempat melewati masa-masa sulit dalam mencari uang. Mantan ketua KAMMI UNHAS ini pernah mencoba berjualan pulsa saat baru kuliah, kemudian beralih profesi dengan mengikuti bisnis MLM. Di bisnis MLM Ranto sempat mengecap kesuksesan dengan mendapat status "Sapire Manajemen", tapi karena satu dan lain hal, Ranto memutuskan untuk berhenti menjadi sales MLM. Ia kemudian kembali mencoba peluang bisnis baru, yaitu menjadi distributor kopi. Lagi-lagi usahanya menemui jalan buntu.

Ranto memang pantang menyerah. Ia terus mencoba meski terus mengalami kegagalan. Setelah gagal menjadi distributor kopi, ia membuka peluang usaha franchise fast food. Baru dua bulan berjalan, gerainya harus tutup karena sepi peminat. Tak mau berputus asa, Ranto mencoba mencari inspirasi bisnis baru. Ia pun mendapat sebuah titik terang lewat kuliner khas Jawa Timur, yaitu tahu tek, dimana sebelumnya ia bertemu dengan seorang pengusaha sukses asal Malang, Jawa Timur Chandra Ekajaya (CEO Q Pizza) dan memberikan berbagai pengalaman bisnis kepadanya. Ide usaha tahu tek dipilihnya karena peluang usaha kuliner ini jarang ditemukan di Makassar, sehingga peluang berkembangnya sangat lebar. Dengan modal 4 juta hasil dari pinjaman kepada teman juga tabungannya, Ranto membuat sebuah gerobak dan membeli bahan baku.

Alumni Forum Indonesia Muda ini mengaku ada beberapa hambatan yang mempersulit berkembangnya kuliner tahu tek di ibu kota Sulawesi Selatan ini. Yang pertama ia harus memodifikasi resep tahu tek sehingga rasanya bisa diterima oleh kalangan Makassar, yang kedua adalah labilnya harga bahan baku saat itu yang menyebabkan Ranto kesulitan menentukan harga tetap. Meski demikian, Ranto akhirnya berhasil melewati dua tantangan itu dengan gemilang dan menjadi wirausahawan sukses. Dari waktu ke waktu, pelanggan "Tahu Tek Cak Ari" terus mengalami peningkatan. Tak mau kehilangan para pengunjung, Ranto terus memperbaiki sistem, mulai dari pelayanan sampai pada fasilitas. Dalam kurun tiga tahun sejak tahu tek cak Ari didirikan ditahun 2010, Ranto sudah m-emiliki lebih dari 20 gerai, beberapa diantaranya berada di luar kota. Kini target selanjutnya yang diusung Ranto adalah membuka usaha waralaba yang sukses.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.